Apa itu pertanian ??
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.
peran penyuluh pertanian
Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.
cara pengolahan pertanian dari pra, masa, dan pasca panen
contoh tanaman padi .
"PRA TANAM"
seleksi benih
Persiapkan air yang telah diisi sejumlah garam sampai telur mengapung kemudian dipakai untuk menseleksi benih. Caranya masukan benih padi ke dalam air bergaram tersebut, maka akan diperoleh kondisi benih tenggelam, melayang dan mengapung. Selain yang tenggelam jangan dipakai untuk benih, ambil benih yang tenggelam kemudian dibilas dengan air bersih sesegera mungkin sampai tidak ada rasa garam lagi bila dicicipi. Rendam selama 48 jam kemudian tiriskan dan peram selama 24 jam dan setelah itu siap sebar. Umumnya benih akan terseleksi pada kisaran 5 - 15%.
"MASA TANAM"
persemaian
Umumnya petani membutuhkan benih sampai kisaran 35-40kg per hektar tetapi dengan sistem baru (SRI-System of Rice Intensification) cukup dipersiapkan 10 kg per hektar. Persemaian dilakukan dengan menyebar benih padi secara merata pada bedengan dengan kandungan air jenuh tetapi tidak menggenang. Dalam tiga atau empat hari benih telah berkecambah. Bibit siap tanam pada kisaran 10 - 14 hss (hari setelah sebar) jika memakai sistem SRI tetapi dengan sistem biasa tanaman muda (bibit) yang berumur tiga minggu baru dikatakan siap tanam. Menghindari stagnasi setelah bibit di tanam seyogyanya tidak dicabut dan cukup diambil secara menyeluruh perakaran termasuk tanahnya kemudian dipindah tanamkan ke lahan sawah. Budidaya padi pada lahan berawa atau keasaman tinggi serta di lahan kering tidak memerlukan persemaian, tanam benih langsung (Tabela).
penanaman
Penanaman padi di sawah umumnya ditanam dengan jarak teratur. Yang paling popular di Pulau Jawa adalah berjarak 20 cm. Tanaman muda ditancapkan ke dalam tanah yang digenangi air sedalam 10 sampai 15 cm hingga akarnya terbenam di bawah permukaan tanah.
Padi lahan kering ditanam langsung di ladang. Setelah tanah basah, benih disebar dalam larikan-larikan. Padi lahan kering umumnya mengandalkan hujan dalam penyediaan air. Tidak ada penggenangan dalam budidaya lahan kering. Dalam budidaya gogo rancah, benih bahkan disebar pada tanah kering, sebelum hujan turun.
perawatan
Padi adalah jenis tanaman yang memerlukan perawatan untuk pertumbuhannya. Perawatan dapat berupa pemupukan dan penanggulangan hama ; pemupukan pada tanaman padi dapat menggunakan pupuk urea, pupuk Kcl, dan poshpat. Adapun tata cara pemupukan yang ideal untuk tanaman padi adalah dengan memperhatikan kondisi tanah dan tanaman itu sendiri. Kondisi tanah yang harus diperhatikan adalah keasaman tanah, sementara dari tanaman adalah dengan melihat seberapa besar pertumbuhan tanaman; dengan kata lain pertumbuhan harus sesuai dengan kriteria yang ada. Sementara itu untuk penanggulangan hama penyakit dapat digunakan berbagai macam obat2 an misal akodan, dencis dll
"PASCA PANEN"
Proses pengolahan gabah dimulai dari proses standarisasi gabah dan beras. Standarisasi gabah dan beras bertujuan agar beras yang dihasilkan memiliki kualitas baik sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia, selain itu dengan adanya proses ini petani bisa memprediksi berapa jumlah beras dengan kualitas baik atau utama yang akan dihasilkan.Proses ini dimulai dari pengambilan sampel sebanyak 100g untuk satu kali pengulangan.Pengulangan sampel minimal dilakukan 3 kali dengan kondisi gabah sama. Standarisasi Gabah berdasarkan SNI 0224-1987/SPI-TAN/01/01/1993. Hasil standarisasi gabah dengan kadar air 14% didapat gabah rata-rata yang diperoleh adalah 82,75 gram, gabah hampa 4,73gram dan sampah atau benda asing yang terbawa adalah 12,52 gram. Setelah itu, gabah akandimasukkan ke mesin pemecah kulit dan dilakukan proses standarisasi beras. Hasil rata-rata yang didapat gabah 10,01 gram, rusak 2,37 gram dan beras pecah kulit 87,62 gram.
Proses selanjutnya adalah proses pengeringan gabah. Pengeringan dengan cara dijemur dilakukan di lapangan dengan ketebalan gabah 2-3 cm. proses ini biasanya memerlukan waktu 2-3 hari untuk hari cerah dan 4-6 hari ketika hari mendung. Selain menggunakan sinar matahari pengeringan juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat pengering. Alat pengering yang bisa digunakan adalah alat pengering gabah berbahan bakar sekam.Pengeringan dengan alat memerlukan waktu sekitar 1 hari dengan proses pembalikan gabah setiap 30 menit. Setelah itu gabah akan dibersihkan dengan alat penapi. Sebagian besar proses pengeringan dan penapian dilakukan oleh petani dilokasi masing-masing.Setelah gabah kering dan bersih, gabah akan diangkut ke tempat penggilingan dan akan masuk ke tahap berikutnya yaitu pemecahan kulit beras. Proses pemecahan kulit dilakukan secara dua tahap dengan dua mesin huller tipe Rubber Roll. Prosesnya dimulai dengan memasukkan gabah kering bersih ke dalam hopper dari huller I kemudian hasil dari mesin huller I akan dibawa oleh konveyor ke dalam hopper dari mesin huller II. Hasil dari mesin pemecah kulit (Huller) II dimasukkan ke saringan I dengan menggunakan konveyor untuk memisahkan beras pecah kulit dan gabah. Gabah dari saringan I dimasukkan kembali kedalam huller II sedangkan beras pecah kulit akan melalui proses selanjutnya yaitu pemutihan atau penyosohan.
Tahap terakhir dari proses penggilingan padi adalah pengemasan. Tetapi sebelum prosespengemasan di BB-Pascapanen, beras yang telah putih bersih akan melalui proses penyimpanan sementara atau langsung ke pengemasan. Hal ini tergantung dari situasi yangterjadi pada saat penggilingan. Beras masuk ke penyimpanan sementara apabila pengemasantidak dilakukan pada saat itu, tetapi beras akan langsung ke proses pengemasan apabila terjadi sebaliknya. Tempat penyimpanan sementara beras hasil giling disimpan pada silo.Ketika beras akan dikemas maka beras akan dimasukkan ke dalam Rice Grader yang akan memisahkan beras menjadi beras kepala, beras patah/rusak. Beras yang telah dipisah akan keluar dari saluran yang berbeda. Saluran I untuk beras kepala, saluran II untuk beraspatah/rusak dan saluran III untuk menir. Beras yang keluar dari setiap saluran akan dimasukkan ke dalam karung dan ditimbang, kemudian diikat menggunakan tali dan jarum khusus untuk karung.


